Showing posts with label Manajemen Strategik. Show all posts
Showing posts with label Manajemen Strategik. Show all posts

Analisis Strategi Bisnis Pada PT. XXXX XXXXXX..(170)

Tuesday, October 20, 2009

Dalam menyambut era Globalisasi sekarang ini, sebuah perusahaan harus mampu untuk mengikuti perubahan yang terjadi baik di dalam maupun di luar perusahaan. Tentunya untuk mengikuti perubahan – perubahan yang terjadi tersebut sangatlah tidak mudah. Perusahaan yang cenderung berpikiran tradisional dan tidak mengharapkan adanya perubahan, tentunya akan menemui banyak kesulitan dalam menghadapi operasinya


Setiap perusahaan tentunya memiliki strategi masing – masing dalam berbisnis. Permasalahannya adalah tepatkah strategi itu dipergunakan oleh perusahaan tersebut. Karena bila ternyata strategi yang diterapkan oleh perusahaan tersebut tidak sesuai dengan keadaannya, maka strategi tersebut akan mengakibatkan kegagalan bagi perusahaan tersebut.
Berbagai cara dapat dilakukan dalam rangka mencapai keberhasilan dan kesuksesan suatu perusahaan. Strategi yang diterapkan perusahaan untuk tiap – tiap bidang di dalamnya pun berbeda – beda, mulai dari bagian produksi, distribusi, penjualan, maupun promosinya. Target perusahaan yang akan dicapai oleh suatu perusahaan tentunya harus didukung dengan adanya suatu strategi yang tepat agar perusahaan dapat mengalami peningkatan kualitas usahanya.
Strategi perusahaan dalam meningkatkan penjualannya dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan peningkatan promosi, yang tentunya akan mengakibatkan peningkatan biaya. Tentunya cara – cara seperti ini diharapkan dapat mempengaruhi tingkat penjualan secara signifikan.
Agar lebih mengerti dengan jelas mengenai strategi – strategi berbisnis suatu perusahaan maka dengan ini penulis melakukan studi penelitian terhadap PT. XXXX XXXXX, suatu perusahaan yang begerak dalam bidang usaha penjualan sepatu dan sandal. Perusahaan ini terus menerus melakukan perluasan usahanya dengan mendirikan Boutique – Boutique baru, mengingat semakin ketatnya persaingan didalam industri sepatu.
Strategi yang akan dibahas adalah tentang perkembangan daripada perusahaan itu sendiri dan keluaran yang dihasilkan. Hal ini tergantung tentunya pada faktor – faktor internal dan eksternal perusahaan. Faktor internal perusahaan adalah kekuatan dan kelemahan perusahaan, sedangkan faktor eksternal perusahaan adalah peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan.
Tiap – tiap perusahaan tentunya memiliki faktor internal dan eksternal yang berbeda, oleh karena itu tentunya strategi yang dipergunakan tentunya akan berbeda – beda pula, belum tentu strategi yang dipergunakan oleh suatu perusahaan dapat dipergunakan oleh perusahaan lain. Oleh karena itu sangatlah perlu bagi kita untuk mempelajari strategi bisnis dasar agar kita dapat mengetahui penerapan strategi yang tepat bagi suatu perusahaan.
Dengan mempelajari kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan maka kita dapat memperbaiki kelemahan dan meningkatkan kekuatan perusahaan, serta dengan mempelajari peluang dan ancaman maka kita dapat mengetahui peluang apa yang dapat dipergunakan perusahaan dalam meningkatkan labanya, serta dapat mengurangi ancaman dari luar perusahaan yang akan menganggu kinerja perusahaan.
Penulisan skripsi ini didasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan untuk mengenali, menganalisis, dan memahami implikasi dari penerapan suatu strategi bisnis tertentu. PT. XXXX XXXXX adalah perusahaan yang melakukan penjualan produk – produk sepatu dan sandal, penelitian yang dilakukan pada perusahaan ini akan menghasilkan data yang akan diolah sehingga menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi penulis, pembaca, dan juga bagi perusahaan itu sendiri. Adanya perubahan harga BBM, munculnya pesaing – pesaing usaha yang baru mengharuskan suatu perusahaan untuk bertindak antisipatif atau bila perlu menerapkan strategi perusahaan yang baru.
Untuk menganalisa strategi yang diterapkan oleh PT. XXXX XXXXX dalam menjalankan bisnisnya, maka penulis mengambil topik ” Analisis Strategi Bisnis Pada PT. XXXX XXXXX.”

Hubungan Strategi, Praktek Manajemen Kualitas Dan Sistem Pelaporan Kinerja Dengan Akreditasi Iso ...154

Wednesday, March 11, 2009


I. PENDAHULUAN

1.1. Latar bekang

Persaingan antar produk/jasa dewasa ini terus meningkat dalam merebut perhatian konsumren sehingga menyebabkan persaingan antar bisnis terus meningkat pula . Persaingan ini semakin menyadarkan perusahaan akan pentingnya kualitas produk/jasa . Meskipun kualitas terkadang diartikan relatif, namun tetap dipandang penting dalam persaingan ( Price dalam lock dan Smith, 1990 : 6-7 ), dan meskipun kualitas pada awalnya diidentikkan ( misconceptions ) dengan sesuatu yang sulit di ukur tapi diakui ketika melihatnya dan juga dinilai mahal, mewah, dan eksklusif , namun perlahan –lahan disadari kepentingannya selama mampu memenuhi atau melebihi ekspektasi pelanggan ( Fox,1993 :5-6 ).

Dari prespektif lain, kualitas produk /jasa semakin dianggap penting dan terus dijadikan fokus perusahaan agar memiliki daya saing yang kuat baik dimata konsumen maupun dimata pesaing. Hal tersebut dapat dilihat dari semakin kuatnya inisiatif perusahaan dalam mengembangkan sistem manajemen kualitas ( quality management system ) untuk memastikan apakah produk /jasa yang dihasilkan telah memenuhi tujuan kualitas yang diharapkan atau tidak. Sistem manajemen kualitas dinilai dapat memenuhi tujuan tersebut melalui penyediaan informasi terkait dengan upaya dalam mengidentifakasi kualitas ( Weiss dan Gershon , 1989: 758 ).

Memang upoaya menciptakan produk/jasa yang berkualitas sebenarnya tidak bisa terlepas dari proses operasinya. Proses tersebut sangat tergantung pada jasa produk/jasa yang dihasilkan, semakin banyak karakteristik yang dibutuhkan, maka dapat semakin banyak pula proses yang dibutuhkan .Seitring dengan beragamnya proses dalam menciptakan suatup roduk.jasa yang berkualitas tersebut , maka diperlukan suatu sistem agar kualitas itu sendiri dapat dihasilkan secara konsisten dalam memenuhi kebutuhan konsumen.

Pada dasarnya , terdapat beberapa konsep sistem manajemen kualitas (quality management system) yang pernah diterapkan . Konsep tersebut terus dikembangkan seiring dengan evolusi manajemen kualitas tersebut dapat diklasifikasikan kedalam 5 ( lima) fase yaitu : (1) Fase inspeksi penerimaan (acceptance inspection), (2) Fase konterol kualitas (quality control), (3) Fase jaminan kualitas (quality assurance), fase manaajemen mutu terpadu (total quality assurance) ( Pratical Guide to ISO 9000:2000.2003 :1 ). Masing-masing fase tersebut memiliki sejarah tersendiri sejak fase inspeksi dikenalkan pada tahun 1920-an ( Bank, 1989:7 ) .


Dari beberapa fase , fase Total Quality Management ( TQM) hingga kini dipandang sebagai fase evolusi yang paling besar pengaruhnya terhadap perkembangan manajemen kualitas fase ini tidak hanya dipandang sebagai teknik . namun merupakan filosofi atau full commitment pada semua level dalam mencapai kualitas produk/jasa . Fase Total Quality Assurance (TQA ) merupakan fase lanjutan dari TQM sebagai respon terhadap High technology. Diciptakannya akreditasi ISO ( The Intyernational Organization Standardization) sejak 1987 dengan menetapkan sertifikasi ISO 9000:1994 series hingga direvisi menjadi sertifikasi ISO 9000 : 2000 series itu masih mengakui bahwa Total Quality Management (TQM ) merupakan pencapaian standarisasi yang optimum (Suardi ,2004 :39)

Seperti diketahui bahwa ISO merupkan organisasi non pemerintah yang berbasis di Jenewa , Swiss. ISO didirikan di tahun 1946 untuk memajukan perkemnbangan standar Internasional dan aktivitas-aktivitas terkait dalam memfasilitasi pertukaran produk dan jasa secara global .Sejak didirikan ISO masih belum ditetapkan standarisasi yang baku , barupada tahun 1987 ditetapkannya ISO 9000 series ( Pratical Guide to ISO 9000:2000.2003 :12) . Pengembangan yang terkhir adalah ditetapkannya keluarga ISO9000,2000 seriues sebagai core standard yang terdiri dari ISO 9000,9001 dan 9004 dan ISO19011 :2002 sebagai supporting standard . ISO 9001 :2000 merupakan standarisasi tertinggi karena mencakup penerapan standar komitmen TQM dan juga TQA sebagai respon terhadap high –tecnology dalam bentuk business alliance and technology sharing antara perusahaan dengan suplier.

Seiring dengan terus dikembangkannya konsep manajemen kualitas dan akreditasi ISO , namun disayangkan bahwa tidak sedikit perusahaan yang meragukan manfaat dalam mengadopsi konsep ini . Khususnya untuk akreditasi ISO , terkadang hanya dianggap sebagai respon terhadap permintaan eksternal ( pelanggan ). . Dugaan ini seperti yang telah dibuktikan oleh Car et al .(1997 : 383-403), dimana ternyata tidak banyak perbedaan antara perusahaa yang berakreditasi ISO dengan yang non ISO. Dari tiga kelompok variabel yang digunakan yaitu strategi , praktek manajemen kualitas dan sistem pelaporan kinerja, secara signifikan hanyalah strategi yang membedakan antara perusahaan ISO dan nono ISO dimana perusahaan ISO lebih menekankan pada strategi kuialitas daripada strategi biaya.

Penelitian yang lain mendukung penelitian di atas seperti yang ditemukan oleh Sjoblom ( 1998 : 363-373 ) dimana sistem pelaporan kinerja fisik dalam mengidentifikasikan dan meningkatan kualitas tenyata dianggap lebih bermanmaat dibanding sistem pelaporan kinerja keuangan berupa cost of quality ( COQ) seperti yang diisyaratkan oleh akreditasi ISO . Sistem pelaporan kinerja keuangan dianggap kurang relevan dan reliabel ketimbang sistem pelaporan kinerja fisik . Informasi keuangan dinilai memiliki keterbatasan dalam keputusan operasi.
Di Indonesia tidak sedikit yang meragukan menfaat dari standarisasi ini (Suardi , 2004 : 30 ) . Kebanyakan beberapa perusahaan sepertri Indonesia berupaya untuk mendapatkan akreditasi ISO hanya sekedar untuk mendapatkan sertifikasi , untuk memenuhi persyaratan pelanggan ,atau bahkan untuk mengikuti trend dan bukan untuk membantu organisasi dalam mencapai sasaran bisnisnya .Dari orientasi ini perusahaan menjadi merasa terbebani daripada mendapatkan maknanya (Suardi , 2004 : 38 )

Jika banyak perusahaan yang meragukan manfaat dari akreditasi ISO , dan TQM dipandang oleh akreditasi ISO sebagai filosofi atau full commitment pada semua lecvel dalam mencapai kualitas produk/jasa yang optimal, yang menjadi pertnyaan adalah seberapa pentingkah diterapkannya penerapan total quality management (TQM pada suatu perusahaan .Jika suatu mperusahaan mementingkan strategi biaya ( cost leardership strategy ) dari pada kualitas ( quality- focused strategy ) agar dihasilkan produk/jasa yang murah dan dapat memenangkan persaingan, masih pentingkah akreditasi ISO tersebut ?

Terkait dengan hasil penelitian seperti yang dilakukan oleh car et el. ( 1997 :383-403 ) dan Sjoblom ( 1998 :363-373 ) dan juag beberapa dugaan mengenai realitas perusahaan di Indonesia mengenai penilaian mereka terhadap akreditasi ISO , kemudian peneliti ingin mengkaji bagaimana sebenarnya realitas di lapangan . Peneliti ingin mengkaji hal ini khususnya pada beberapa perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp & Paper Product , dimana peneliti ini secara khusus mendasarkan pada penelitian yang telah dialakukan oleh carr et.al .di atas. Bagaimana hubungsan antara strategi , praktek manajemen kualitas dan sistem pelaporan kinerja yang ditetapkan pada perusahaan tersebut dengan akreditasi ISO yang telah mereka peroleh.
Sinar Mas Group merupakan kelompok bisnis yang memiliki 4 ( empat) divisi besar yaitu : (1) divisi agribisnis dan makanan, ( 2 ) divisi developer dan properties, ( 3 ) divisi finance, dan ( 4) divisi pulp & paper masing-masing divisi terdiri dari beberapa unit perusahaan yang berbeda. Divisi pulp & paper product merukana divisi terbesar karena divisi merupakan core business dari Sinar Mas Group. Divisi ini terdiri dari 5 perusahaan yang berbeda yang bergerak di industri pengolahan kertas yang menghhasilkan produk-produk seperti corrogium medium, kraft liner ,core board , chipboard , wraping paper, tube /core dan laminating paper dan lain sebagainya, seluruh perusahaan pada devisi ini telah memperoleh sertifikasi ISO 9000:2000.

Alasan mengapa memilih perusahaan Sinar Mas Group Divis pulp & Paper Product ini sebagai obyek penelitian adalah karena divisi ini selain telah lama memperoleh sertifikasi ISO , devisi ini juga masuk dalam kelompok 4 besar dunia yang bergerak di industri pengelohan kertas .Selain itu industri ini juga memiliki value chain yasng kompleks dan memerlukan strategi yang akurat. Shank dan Govidarajan ( 1993 :52 ) menggunakan contoh industri ini dalam menggambarkan bagaimana value chain antar pesaing itubekerja di industri ini .

Semula peneliti ingin mengkaji perbedaan antara perusahaan ISO dan non ISO pada Sinar Mas Group Divisi Pulp & Paper Pruduct ini seperti yang semula dilakukan oleh carr et.al.( 1997 : 383-403 ). Namun karena semua perusahaan devisi ini memeperolah sertifikasi ISO9000: 2000, maka peneliti mengembangkan penelitian ini seperti yang juga telah dilakukan oleh carr et.al.. dalam analisis sensitivitasnya guna mencari hubungan antar strategi , pratek manajemen kualitas dan sistem pelaporan kinerja dengan akreditasi ISO.

1.2.Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas , permasalahan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.2.1. Apakah secara simultan ada hubungan dengan antara faktor strategi praktek manajemen kualitas dan sistem pelaporan kinerja dengan akreditasi ISO pada Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp & Paper Product ?
1.2.2. Apakah secara parsial ada hubunga dengan antara faktor strategi praktek manajemen kualitas dan sistem pelaporan kinerja dengan akreditasi ISO pada Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp & Paper Product ?
1.2.3. Seberapa besar determinasi pengaruh strategi praktek manajemen kualitas dan sistem pelporan kinerja terhadap akreditasi ISO pada Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp & Paper Product ?


1.3. Tujuan Penelitian

Dengan memeperhatikan perumusan masalah tersebut , maka tujuan penelitian ini dapat di jabarkan sebagai berikut :
1.3.1. Menganalisa hubungan secara simultan antara faktor strategi antara faktor strategi praktek manajemen kualitas dan sistem pelaporan kinerja dengan akreditasi ISO pada Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp & Paper Product
1.3.2. Menganalisa hubunagan secara parsial antara antara faktor strategi praktek manajemen kualitas dan sistem pelaporan kinerja dengan akreditasi ISO pada Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp & Paper Product
1.3.3. Menaganalisa determinasi praktek manajemen kualitas sistem pelporan kinerja dengan akreditasi ISO pada Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp & Paper Product ?

1.4. Manfaat Penelitian

1.5. Penelitian mengenai hubungan strategi ,praktek manajemen kualitas dan sistem pelaporan kinerja dengan akreditasi ISO pada Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp & Paper Product ini diharapkan dapat memeberikan manfaat bagi :
1.5.1. Pihak manajemen Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp & Paper Product , sebagai dasar menyususn strategi , pratek manajemen kualitas dan sistem pelaporan kinerja dalam pengambilan keputusan operasi
1.5.2. Pihak karyawan Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp & Paper Product , sebagai salah satu bahan pemikiran guna pemahaman dalam mengembangkan kinerja karyawan untuk mendukung tujuan dan sasaran perusahaan
1.5.3. Pihak Universitas Brawijaya , peneliti dan akademisi yang berkecimpung dalam disiplin ilmu Manajemen sebagai tanmbahan referensi dan wacana diskusi mengenai kajian strategi praktek manajemen kualitas dan sisitem pelaporan kinerja guna mengembangkan teori-teori manajemen stategi yang lebih komprehensif.


Perencanaan Strategis Kabupaten Buru Dalam Pengembangan Potensi Pariwisata … (110)

Thursday, May 22, 2008


Perkembangan pariwisata dewasa ini sangat pesat dan memberikan peluang terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun regional. Untuk itu pembangunan pariwisata terus dipacu dan pemerintah mempunyai keyakinan bahwa pariwisata dapat menjadi sektor andalan menggantikan minyak dan gas bumi yang selama ini menjadi tumpuan pemerintah dalam menunjang penerimaan negara.
Melihat kondisi demikian, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Buru dewasa ini sedang memacu pembangunan sektor pariwisata, hal ini terlihat dengan adanya upaya Pemerintah Daerah dalam melakukan pengembangan 2 (dua) objek wisata yang dianggap potensial yang merupakan kerjasama dengan Lembaga Penelitian Dan Pemberdayaan Masyarakat Institut Teknologi Bandung (ITB), dan hasil kerjasama tersebut dituangkan dalam suatu Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (Rippda) Namniwel dan Jikumerasa.
Potensi wisata yang ada di Kabupaten Buru sangat besar, akan tetapi belum seluruhnya dikelola secara professional, sehingga akan dapat bermanfaat dalam menunjang penerimaan daerah dan terutama dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. Pemerintah Daerah Kabupaten Buru dalam hal ini sangat berkepentingan terhadap upaya pengembangan pariwisata daerah. Maka sebagai pihak yang memilik peran sebagai fasilitator secara tidak langsung peran yang disandang tersebut sangat strategis dalam mewujudkan upaya-upaya ke arah pengembangannya.
Perencanaan Strategis merupakan salah satu dari sekian jenis perencanaan, adalah merupakan suatu perencanaan yang perlu dibuat oleh Pemerintah Daerah dalam rangka menentukan strategi-strategi yang efektif untuk digunakan dalam mengembangkan sektor ini, karena lebih bersifat komprehensif dalam arti lebih memfokuskan pada analisis lingkungan secara keseluruhan, baik lingkungan eksternal , maupun lingkungan internal.
Berangkat dari persoalan tersebut, penelitian ini dimaksudkan untuk mencari atau menentukan strategi-strategi yang perlu ditempuh Pemerintah Daerah kabupaten Buru dengan sebelumnya dilakukan analisis mengenai faktor-faktor yang menjadi pendorong, maupun penghambat atau yang disebut identifikasi isu-isu strategis dan kemudian dilanjutkan dengan analisis SWOT.
Sesuai dengan analisis SWOT tersebut, maka dapat ditemukan isu-isu strategis yang kemudian isu-isu strategis tersebut dilakukan pengujiannya untuk mengetahui isu-isu yang sangat strategis dengan menggunakan alat uji berupa “Litmus Tes”. Adapun isu-isu yang sangat strategis tersebut adalah : (1) Manfaatkan anggaran pariwisata yang memadai untuk pengembangan seluruh potensi wisata yang ada, (2) Meningkatkan kualitas aparatur, khusus dibidang kepariwisataan agar dapat mengatasi permasalahan pariwisata, (3) Meningkatkan upaya untuk mengatasi kerusakan lingkungan hidup, (4) Meningkatkan upaya promosi wisata.



Strategi Pengembangan Kupedes Dan Peningkatan Pendapatan Jasa Pelayanan Di PT. Bank Rakyat Indonesia ( PERSERO ) Unit Paron Cabang Kediri … (105)


Tujuan dari penelitian yang akan diadakan adalah : 1) Untuk mengetahui keberhasilan pengembangan Kupedes di PT. Bank Rakyat Indonesia ( Persero ) Unit Paron Cabang Kediri, 2) Untuk mengetahui keberhasilan peningkatan Pendapatan Jasa Pelayanan di PT. Bank Rakyat Indonesia ( Persero ) Unit Paron Cabang Kediri, 3) Untuk menganalisa strategi yang dapat dipakai oleh PT. Bank Rakyat Indonesia ( Persero ) Unit Paron Cabang Kediri dalam upaya pengembangan Kupedes. Sedangkan Penelitian dilakukan di PT. Bank Rakyat Indonesia ( Persero ) Unit Paron Cabang Kediri yang mempunyai wilayah kerja 11 ( Sembilan ) desa di wilayah Kecamatan Gampengrejo. Sedangkan waktu penelitian selama 4 bulan yang dimulai tanggal 12 Juni sampai dengan tanggal 22 September 2006.

Jenis penelitian yang di lakukan adalah penelitian deskriptif yang memaparkan tentang pengembangan Kupedes dan Peningkatan Pendapatan Jasa Pelayanan di BRI Unit Paron baik tingkat keberhasilannya maupun strategi yang di gunakan tahun 2004 hingga Juni 2006. Suatu teknik pengumpulan data dengan mengadakan wawancara langsung dengan pejabat Kredit Lini di Bank BRI Unit Paron untuk memperoleh data berupa kebijakan, pelaksanaan maupun strategi dalam rangka pengembangan Kupedes dan Peningkatan Pendapatan Jasa Pelayanan di Bank BRI Unit Paron. Data yang diperoleh akan dianalisa secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis SWOT ( Strenghts, Weaknesses, Opportunities, dan Threats ),

Hasil analisis penelitian yang telah didapat dan dianalisa berdasarkan analisis SWOT maka dapat ditarik suatu kesimpulan sebagai berikut : 1) Pengembangan Kupedes di PT. Bank Rakyat Indonesia ( Persero ) Unit Paron Cabang Kediri tahun 2004 sampai dengan bulan Juni 2006 menunjukkan keberhasilan yang cukup menggembirakan , baik dilihat dari hasil peningkatan Kupedes ( outstanding maupun debitur ), manfaat yang dirasakan maupun pelayanan yang telah diberikan. Hasil Outstanding Kupedes pada tahun 2004 sebesar lebih dari 5,1 Milyar dapat ditingkatkan menjadi lebih dari 950 Juta pada akhir bulan Juni 2006. 2) Hasil debitur Kupedes juga dapat dikatakan berhasil mengalami peningkatan, dimana posisi akhir tahun 2004 sebanyak 923 debitur meningkat menjadi 989 debitur pada akhir bulan Juni 2006. 3) Strategi yang dapat dipakai oleh PT. Bank Rakyat Indonesia ( Persero ) Unit Paron Cabang Kediri dalam upaya pengembangan Kupedes adalah strategi “ SO “ yaitu dengan memanfaatkan kekuatan-kekuatan yang telah dimiliki serta memanfaatkan peluang-peluang yang ada.


Manajemen Strategi Pelayanan Yang Diterapkan Instalasi Rehabilitasi Medik Di Badan Rumah Sakit Umum dr. Sayidiman Magetan’’ … (92)

Tuesday, May 20, 2008


Instalasi Rehabilitasi Medik di Badan Rumah Sakit Umum dr. Sayidiman Magetan memberikan pelayanan pasien yang perlu mendapatkan perawatan lanjutan, baik pasien yang baru dirawat di Badan Rumah Sakit Umum dr. Sayidiman Magetan sendiri atau rujukan dari rumah sakit lain. Hingga saat ini jenis pelayanan yang dapat diberikan adalah: SHORT WAVE DIATHERMY, pemulihan syaraf. Dan lain-lain. Instalasi Rehabilitasi Medik di Badan Rumah Sakit Umum dr. Sayidiman Magetan rata – rata dalam satu hari mampu melayani pasien sejumlah 18 dengan berbagai jenis kasus. Hasil pengamatan pendahuluan menunjukka bahwa pelayanan Rehabilitasi Medik masih perlu ditingkatkan dalam rangka memberikan kualitas pelayanan publik, untuk itu bagaimana strategi yang harus ditempuh agar tujuan pelayanan Rehabilitasi Medik dapat tercapai. .
Waktu penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai dengan Maret 2006, sedangkan lokasi penelitian di Badan Rumah Sakit Umum dr.Sayidiman Magetan dengan alasan letak obyek penelitian cukup strategis, mudah dijangkau dan Rumah Sakit sedang melaksanaan peningkatan disegala bidang,.penelitian ini adalah pengolahan data sekunder layanan Instalasi Rehabilitasi Medik di Badan Rumah Sakit Umum dr. Sayidiman Magetan Sebagai tolok ukur pada penelitian adalah hasil perhitungan dari pengolahan dengan metode tabulasi data dan analisis tabel untuk menjawab tujuan penelitian
Hasil penelitian jumlah kunjungan berdasarkan 6 jenis layanan yang dapat di Istalasi Rehabilitasi Medik di Badan Rumah Sakit Umum dr. Sayidiman Magetan pada Bulan Januari Sampai dengan Maret 2006 464 pasien dengan berbagai tindakan sebagai berikut : Tabel 4.5. jumlah kunjungan pasien jenis layanan latihan Fisik bulan januari sampai dengan bulan Maret 2006 sebanyak 199 orang. Tabel 4.6. jumlah kunjungan pasien jenis layanan Aktino Terapy (Infra ed) ,sebanyak 237 orangTabel 4.7. jumlah kunjungan pasien jenis layanan Swediatermi sebanyak 144 orang. Tabel 4.8. jumlah kunjungan pasien jenis layanan Swediatermi sebanyak 69 orang. Tabel 4.9. jumlah kunjungan pasien jenis layanan Hidroterapi/Parafin sebanyak 27 orang. Tabel 4.10 jumlah kunjungan pasien jenis layanan Traksi Lumbal dan Cervical bulan sebanyak 14 orang. Tabel 4.11 jumlah kunjungan berdasarkan jenis kunjungan sebanyak 355 orang. Tabel 4.12 jumlah kunjungan berdasarkan jenis sebanyak 225 orang. Tabel 4.13. jumlah kunjungan berdasarkan jumlah tindakan bulan sebanyak 298 orang. Tabel 4.14 jumlah kunjungan berdasarkan umur pasien sebanyak 128 orang
Hasil penelitian jumlah kunjungan berdasarkan 6 jenis layanan yang dapat di lakukan rehabilitasi medik di Badan Rumah Sakit Umum dr. Sayidiman
Data tersebut diatas menunjukkan dari enam jenis layanan Instalasi rehabilitasi Medik yang terdiri dari Latihan Fisik, Aktio Terapy, Elektro Terapi Tens, Hidro Terapy dan Traksi di badan Rumah Sakit Umum dr. Sayidiman Magetan pada kurun waktu 3 bulan mulai bulan Januari sampai dengan Maret 2006 yang tertinggi pasien Aktino Terapy(Infra ed) . Untuk itu baik sumber daya manusia serta peralatan untuk menagani pasien tersebut perlu dipersiapkan dengan baik agar sewaktu – waktu diperlukan tidak mengalami hambatan. Untuk antisipasi pada masa yang akan datang serta mendasarkan jumlah kunjungan pasien di Instalasi Rehabilitasi Medik Badan Rumah Sakit Umum dr. Sayidiman Magetan diperlukan pengebangan peralatan yang lebih canggih sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi yang sedang berkembang dengan pesat dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik. Diperlukan pengemabngan kualitas sumber daya manusia seca terencana dan terprogram baik melalui jalur formal maupun non formal.


Strategi Pemberdayaan Dan Kesejahteraan Keluarga Dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Keluarga Di Desa Sidomulyo Kec. Puncu Kabupaten Kediri … (71)


Penelitin ini dilakukan di kabupaten desa Sidomulyo Kec. Puncu Kabupaten Kediri yang dilakukan mulai Maret 2003 sampai April 2003. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui faktor-faktor eksternal dan internal dalam upaya peningkatan pendapatan keluarga di desa Sidomulyo Kecamatan Puncu. 2) Untuk mengetahui strategi Kader PKK dalam upaya peningkatan pendapatan keluarga di desa Sidomulyo Kecamatan Puncu
Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode survei (Survey Method) dengan teknik pengambilan sample secara acak sederhana (random sampling). Teknik pengambilan data yaitu dengan wawancara sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Faktor-faktor yang internal kekuatan yaitu : a) pengaturan anggaran melalui DPD/K, b) jumlah sarana dan prasarana memadai, c) kepedulian dari dias instansi, d) dukungan dari pemerintah kabupaten kediri, sedangkan factor internal kelemahan yaitu : a) ketidakpedulian pelaksanaan program, b) tingkat partisipasi masyarakat yang rendah, c) rendahnya SDM kader PKK tentang ketrampllan, d) rendahnya jiwa wirausaha, (2) factor eksternal peluang yaitu : a) perubahan ekonomi, b) terbukanya kesempatan pada pasar bebas, c) terbukanya kesempatan kerja, kepedulian lembaga perbankan, sedangkan factor eksternal ancaman yaitu : a) krisis ekonomi yang berkepanjangan, b) pengaruh globalisasi, c) perubahan pola konsumsi masyarakat, d) masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia. menjadi penghambat dalam upaya peningkatan pendapatan keluarga di desa Sidomulyo Kecamatan Puncu adalah sumber daya manusia PKK kurang memadai, partisipasi masyarakat masih kurang, masyarakat dan anggota PKK kurang mempunyai jiwa wirausaha dan ketidakpedulian pelaksanaan program. (2) Strategi PKK di desa Sidomulyo Kecamatan Puncu dalam upaya meningkatkan pendapatan keluarga adalah menggunakan strategi SO (Strangths Opportunities), yaitu : a) Meningkatkan dana PKK melalui APBD II. b) Meningkatkan sarana dan Prasarana PKK. C) Meningkatkan kualitas kader PKK. d) Profesionalisme PKK dalam semua aspek kegiatan.


Strategi Pengembangan Rumah Sakit Umum Unit Swadana Daerah Gambiran Kediri Sebagai Persiapan Menuju Privatisasi ... (63)


Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal dalam pengembangan di Rumah Sakit Umum Unit Swadana Daerah Gambiran Kediri; 2) Menentukan strategi pengembangan Rumah Sakit Umum Unit Swadana Daerah Gambiran Kediri
Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan explanatory research dengan metode survei (Survey Method) dengan teknik pengambilan sample secara purposive sampling. Teknik pengambilan data yaitu dengan wawancara, dan dokumentasi. sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : strategi yang dilakukan dalam pengembangan rumah sakit umum unit swadana daerah gambiran Kediri adalah 1) Meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit, 2) Meningkatkan pendapatan, 3) Perlunya dukungan dari Pemerintah Kota maupun Pemerintah pusat dalam bentuk penambahan modal dan peraturan perundangan, 4) Peningkatan peralatan kedokteran dan penunjangnya, demi memberikan pelayanan yang bermutu, 5) Peningkatan kerja sama antara rumah sakit di wilayah eks Karesidenan Kediri.


Strategi Peningkatan Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Dalam Rangka Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) … (42)

Sunday, May 18, 2008


Penelitian ini dilakukan pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendapatan Propinsi Jawa Timur di Kediri Kabupaten selama 3 (tiga) bulan dimulai bulan Juli 2003 sampai dengan September 2003 dengan tujuan untuk menganalisa strategi peningkatan penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan optimal.
Metode penelitian menggunakan metode diskriptif sedang teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi maupun questioner. Data yang dapat dikumpulkan yaitu data primer yang diperoleh langsung dari lokasi penelitian/wawancara dengan petugas dan data skunder yang diperoleh dari intern instansi yang bersangkutan.
Metode analisa data dilakukan dengan analisa SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity dan Treaths) dan hasil penelitian menunjukkan strategi yang harus ditempuh adalah strategi SO, yaitu : (1) Meningkatkan kualitas SDM aparat melalui kursus-kursus diklat struktural maupun fungsional serta pemberdayaan secara profesional, (2) Peningkatan/perbaikan pelayanan dengan memperhatikan prinsip pelayanan, yaitu aparat harus berwujud, handal, bertanggung jawab dan bisa membangun, mengembangkan citra dan reputasi organisasi, (3) Peningkatan sosialisasi Perda maupun kebijaksanaan dengan menyampaikan informasi kepada masyarakat secara langsung maupun melalui media masa, (4) Optimalisasi pemanfaatan sarana komputer melalui ketrampilan programmer, operasi dan teknis sesuai perkembangan teknologi, (5) Meningkatkan koordinasi antar instansi terkait.


Strategi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah Di Kabupaten Magetan (36)


Berkaitan dengan perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan daerah Kabupaten / Propinsi undang-undang yang berlaku telah bergeser yaitu dengtan berlakunya undang-undang nomor 25 Tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah dan berlakunya undang-undang nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan untuk menjelaskan Posisi Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat.
Untuk menganalisa Strategi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) dalam rangka Pelaksanaan otonomi Daerah di Kabupaten Magetan serta menunjukan Keuangan Daerah yang efisien dan efektif dalam pelaksanaan otonomi daerah tersebut, dengan system Desentralisasi yang dikembangkan menggunakan Analisis SWOT.
Analisis ini didasarkan secara internal memilih kekuatan (STRENGTHS) dan kelemahan (WEAKNESSES) dan Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi organisasi dalam hal ini organisasi di lingkungan Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Magetan.
Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (STRENGTHS) dan peluang (OPPORTUNITIES), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (WEAKNESSES) serta ancaman (THRESTS).
Berdasarkan Analisis SWOT pilihan yang paling dominan adalah Strategi SO yaitu strategi memanfaatkan seluruh kekuatan untuk membuat dan memanfaatkan peluang yang sebesar-besarnya dengan cara :
1. Meningkatkan kualitas SDM dan Mitra Pelayanan yang optimal.
2. Meningkatkan dan mengefektifkan sosialisasi Perda secara berkala.
3. Mengusahakan pelatihan bidang perpajakan secara berkala dan pemutakiran data.
4. Menetapkan strategi baru dalam memungut Pajak dan lebih memperhatikan kualitas dan mutu pelayanan terhadap wajib pajak.



Strategi Pengembangan Bank Syariah Di Kediri (Studi Kasus Di Pt Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Syariah Kediri) … (23)


Bank Syariah tidak lagi terasa asing di pendengaran kita. Di setiap kota mulai beroperasional dan melayani setiap masyarakat yang ingin bertransaksi menggunakan prinsip syariah Islam. Awal keberadaannya mungkin kurang mendapatkan respon baik, namun seiring dengan keberhasilannya menunjukkan kinerja yang baik, seolah semua mata melirik dan mulai berpaling untuk memenuhi kebutuhan akan produk dan jasa perbankan yang selama ini kental dengan nuansa sistem bank konvensional.
Di luar konteks perdebatan akan keberadaan sistem bunga yang masih belum juga selesai, secara bisnis bank syariah menunjukkan hasil yang tidak mengecewakan. Kinerja yang telah dicapai tentu tidak akan berhenti begitu saja karena masih ada peluang yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Selain kekuatan yang dimiliki karena sebagai pendatang yang relatif masih baru tentu sisi kelemahannya masih ada, belum lagi ancaman yang jika tidak diwaspadai akan berpengaruh negatif bagi bank syariah, hal yang tentu tidak dikehendaki.
BRI Syariah Kediri sebagai pelaku bisnis bank syariah menghadapi kasus serupa dalam hal kelemahan dan ancaman. Teknologi, tenaga pemasar, kurangnya sosialisasi dan promosi mungkin beberapa kelemahan yang harus segera diatasi. Untuk itu perlu mencari, memilih dan melaksanakan suatu strategi yang dirancang dan disesuaikan dengan kondisi perusahaan untuk memaksimalkan kekuatan dan memanfaatkan peluang untuk mengembangkan bisnis bank syariah yang telah ada.


Analisis Strategi Bisnis Jasa Telekomunikasi (Studi analisis Strategi Bisnis Jasa Telekomunikasi pada Wartel “ pradana perkasa” Kota Kediri ) … (17)


Strategi bisnis perusahaan merupakan salah satu faktor yang amat penting bagi perusahaan. Membuat strategi bisnis perusahaan dapat dipergunakan sebagai pijakan dan petunjuk dalam rangka mencapai tujuan dalam kaitannya untuk tujuan jangka panjang. Bahkan dengan strategi diharapkan pimpinan atau pengelola suatu bisnis dapat melakukan kegiatan bisnisnya dengan baik sehingga dapat bersaing dan mempertahankan bisnisnya diantara pesaingnya.
Tujuan penelitian ini adalah guna untuk mengetahui strategi bisnis apa yang tepat bagi wartel Pradana Perkasa Kota Kediri.
Penelitian yang dilakukan adalah jenis deskriptif, teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisa data yang digunakan adalah metode analisis kualitatif dengan alat analisis SWOT yang didasarkan pada analisis yang memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan Ancaman (Threats).
Hasil penelitian dan analisis maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : dengan mempertimbangkan faktor internal dan faktor internal Wartel Pradana Perkasa pada diagram SWOT terletak pada kuadran IV dimana strategi yang dapat diterapkan adalah Diversifikasi konsentrik, Diversifikasi horisontal dan Joint Venture. Sedang mendasari matrik SWOT strategi yang efektif dapat dilaksanakan dengan skor tertinggi =2,825 adalah strategi ST dimana strategi ini memanfaatkan kekuatan guna mengatasi ancaman yang ada pada perusahaan. Adapun strategi ST yang terapkan adalah mengoptimalkan pelayanan pada konsumen dan melaksanakan strategi Joint Venture.


Strategi Polisi Pamong Praja Dalam Penertiban Pedagang Kaki Lima Di Alun-Alun Anjuk Ladang Kabupaten Nganjuk … (6)


Penertiban Pedagang Kaki Lima sudah menjadi agenda Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Dengan Peraturan Daerah Kabupaten Nganjuk Nomor 13 tahun 1992 tentang Pengaturan Tempat Usaha Dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima Di Kabupaten Nganjuk, Pemerintah Kabupaten Nganjuk secara serius menangani Pedagang Kaki Lima. Hal ini ditangani secara bijaksana dan tepat sasaran agar tidak terjadi dampak negatif yang tidak diinginkan.
Berdasarkan permasalahan tersebut dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriftif dengan pendekatan induktif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan studi kepustakaan dan studi lapangan.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi penertiban Pedagang Kaki Lima oleh Polisi Pamong Praja di Alun-Alun Anjuk Ladang menggunakan strategi ST ( Strength Threaths) yaitu: meningkatkan jumlah personil Polisi Pamong Praja dan bekerjasama dengan aparat terkait yaitu TNI dan Polri dalam tiap operasi penertiban, mengadakan relokasi tempat berdagang bagi Pedagang Kaki Lima ke area di depan Gedung Juang 45 Nganjuk, memasang rambu-rambu dilarang parkir di sekitar Alun-Alun Ajuk Ladang, meningkatkan dan memberikan bekal ketrampilan khusus bagi Pedagang Kaki Lima usia produktif untuk membuka jenis usaha lain misalnya bengkel, menjahit, dan lain-lain, dengan memberikan pinjaman lunak jangka panjang.
Untuk menertibkan Pedagang Kaki Lima penulis menyarankan agar dilakukan secara terus menerus dan menyeluruh.


Strategi Pengembangan Siaran PT.Radio Brass FM Kota Kediri Terhadap Kesadaran Kolektif Pendengar Pengisi Acara Siaran Hiburan Clasic Show ... (M-4)


Sebagai ‘pemain’ baru dalam bidang keradioan, tentu banyak hal yang masih harus dikerjakan agar dapat bersaing dengan keberadaan radio lain. Banyak hal yang sangat mungkin dapat dilihat sebagai sesuatu yang akan mempengaruhi keberhasilan PT Radio BRASs FM Kota Kediri. Untuk itu sangat beralasan jika strategi SWOT akan dapat menjadi ‘pisau’ analisis yang tepat untuk pencapaian keberhasilan PT Radio BRASs FM Kota Kediri tersebut

Untuk metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan analisis SWOT. Data yang diperoleh akan dianalisa secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis SWOT (Strenghts, Weaknesses, Opportunities dan Threats). Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan suatu strategi. Analisa ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan dan peluang, namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan dan ancaman.

Dari analisa yang dilakukan diperoleh hasil bahwa identifikasi antara kekuatan dan kelemahan menghasilkan nilai sebesar 2,28 dan identifikasi peluang dan ancaman menghasilkan nilai 0,82, jika hal tersebut digambarkan pada diagram Swot analisis maka terletak pada kwadran I . Adapun strategi pada kwadran tersebut adalah strategi agresif. Bila ditinjau dari beberapa segi kelemahannya, Radio Brass FM secara berkesinambungan masih perlu berbenah diri; artinya, mengejar ketinggalan dari radio-radio swasta di Kota Kediri khususnya, lebih unggul dalam penyajian acara, dikenal masyarakat luas, dipercaya oleh pihak sponsor atau jasa periklanan dan mendapat respon pendengar yang cukup lumayan. PT Radio Bras FM dengan kekuatan yang ada harus mampu meraih peluang dengan harapan untuk meminimalkan ancaman dari radio radio pesaing.

Jadi PT. Radio BRASs FM harus menggunakan strategi yang paling cocok, yang perlu ditempuh guna meningkatkan mutu siaran, agar Radio BRASs FM dapat lebih lebar dalam mengembangkan sayapnya.


Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner