Showing posts with label PERSEBAYA. Show all posts
Showing posts with label PERSEBAYA. Show all posts

Bonek Tuntut Kapolres Lamongan Dipecat

Tuesday, March 13, 2012


- Selain menggelar aksi berkabung, ratusan suporter Persebaya, Bonek juga menuntut Kapolres Lamongan AKBP Marsudiyanto dipecat.

Sebab, berdasarkan hasil penelusuran Tim Pencari Fakta (TPF), peristiwa itu bukan kecelakaan karena TPF Bonek menemukan beberapa bukti bahwa ada pelemparan batu dan bom molotov saat Bonek melintas di Lamongan "Kami menuntut kepada Kapolda Jawa Timur untuk segera mengambil alih kasus ini," lanjut Andi Peci, koordinator aksi.

Sementara itu, aksi ini dijaga puluhan aparat keamanan dari Polrestabes Surabaya. Nampak satu mobil water canon disiagakan di area parkir Gedung Grahadi. Sebab disaat yang bersamaan, belasan mahasiswa menggelar aksi demo terkait masalah kenaikan harga BBM.

Sebelumnya, AKBP Marsudiyanto menyebut, berdasarkan hasil penyelidikan, kabar adanya pelemparan batu, bom molotov dan panah dianggap hanya klaim dari Bonek. Sebab, setelah dicek dan memeriksa saksi, ternyata tak ada bukti. "Logikanya, kalau ada pelemparan bom molotov, pasti gerbongnya juga ikut hancur. Nyatanya juga tidak ada. Jadi itu hanya klaim," kata AKBP Marsudiyanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, lima Bonek tewas dalam perjalanan menuju ke Bojonegoro, Jumat (9/3/2012) saat akan mendukung tim kebanggannya, Persebaya. Bonek mengaku dilempari batu dan bom molotov hingga panah, saat melintas di Lamongan.[sya/kun]

Bonek Diusulkan Ganti Nama


Timbulnya gesekan antarsuporter sepak bola di Jawa Timur membuat Wakil Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono prihatin. Senin malam, 12 Maret 2012, Bambang mengundang kepala badan kesatuan bangsa dan perlindungan masyarakat dari delapan daerah untuk berkoordinasi di Hotel Bumi, Surabaya.

Ketujuh daerah itu adalah Kota Surabaya, Kediri, Malang, Kabupaten Lamongan, Sidoarjo, Gresik, Kediri, dan Malang. Menurut Bambang, persoalan permusuhan antarsuporter harus segera dicarikan solusi. Sebab, tidak lama lagi pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar minyak yang diyakini akan memicu gelombang unjuk rasa di berbagai daerah. "Tugas kita sebagai perlindungan masyarakat akan makin berat," kata Bambang.

Karena itu, Bambang mengusulkan agar seluruh elemen suporter di Jawa Timur bersatu untuk kemudian membentuk asosiasi suporter. Teknis pembentukannya, kata Bambang, dapat dibicarakan antar pimpinan suporter yang disegani oleh komunitasnya masing-masing. "Nanti yang memimpin asosiasi bisa bergantian," ujar Bambang.

Kepala Bakesbang Linmas Lamongan, A. Wahid, mengatakan, perselisihan suporter di Jawa Timur sebenarnya hanya terjadi antara Bonek -julukan pendukung Persebaya- dengan LA Mania (Persela Lamongan) dan Aremania (Arema Malang). Di luar ketiga daerah itu, menurutnya, tidak ada masalah.

Wahid lantas mengusulkan agar nama Bonek diganti dengan sebutan yang lebih ramah. Alasannya, stigma Bonek yang merupakan akronim dari Bondho Nekat (modal nekat) telah telanjur menakutkan dan meresahkan. "Saat insiden yang menewaskan lima Bonek di Lamongan Sabtu pekan lalu, masyarakat yang rumahnya dilewati kereta resah karena mereka naik kereta sambil menggegam batu dan melempari rumah," kata Wahid.

Dihubungi terpisah, Selasa, 13 Maret 2012, salah seorang pengurus Bonek, Siti Nasyi'ah tidak setuju dengan usulan pergantian nama. Bagi Siti, nama Bonek telah menjadi ikon tersendiri baik di Surabaya maupun di daerah lain bahkan dunia. Kalaupun ada yang melakukan tindak kriminal, Siti meminta agar dilihat oknumnya. "Boneknya sendiri baik, tapi saya tak menutup mata kalau ada oknum-oknum yang meresahkan," kata dia.

KUKUH S WIBOWO
Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner