Pengaruh Imbalan Materiil Terhadap Kepuasan Kerja (studi pada pegawai Perusahaan Daerah Air Minum Kota Surabaya)… (93)

Tuesday, May 20, 2008


Dalam rangka memasuki era pasar bebas, bangsa Indonesia sebagai salah satu warga dunia harus selalu siap mengikuti alur perkembangan dan tuntutannya. Tuntutan untuk selalu mengikuti perubahan ini terjadi dengan sendirinya, sejalan dengan semakin berkembangnya kemajuan teknologi, derasnya arus informasi serta semakin terbukanya peluang bagi semua negara untuk bersaing dalam pasar bebas dunia. Ini menandakan adanya kompetisi yang semakin ketat, diikuti konsumen yang lebih terdidik sehingga tawar menawar lebih tinggi. Bersamaan itu pula di Indonesia diberlakukan Undang-undang perlindungan konsumen.
Perkembangan dan tuntutan dari adanya pasar bebas ini memang tidak bisa kita sikapi tanpa persiapan yang matang. Dibutuhkan tahapan yang panjang dan terencana, serta dukungan terpadu dari berbagai segi kehidupan bangsa. Ada tiga kunci sebagai prime determinant pada suatu perusahaan yang dapat digunakan oleh PDAM dalam melakukan perubahan dengan orientasi pada karyawan yaitu produktivifas, inovasi dan segmentasi (Prawirokusumo, 2001: 2). Produktivitas merupakan nilai output yang dihasilkan oleh suatu unit of labour or capital Karyawan dengan gaji yang tinggi akan meningkatkan komitmen dan biasanya meningkatkan motivasi dan produktivitas kerjanya sehingga menghasilkan produk dengan kualitas dan masa depan yang baik, terjadi efisiensi produk, menjalankan konsep marketing yang benar. Sehingga produk yang dihasilkan tinggi serta menghasilkan return on investment yang tinggi.
Inovasi dalam aspek yang luas akan menghasilkan produk baru, desain baru, proses produksi, new marketing approach dan juga bagaimana menyelenggarakan training yang baik. Oleh karena itu kata inovation and change adalah syarat untuk menghadapi persaingan. Dengan produk hasil usaha inovasi, segmented market, differented product, technologi differences and economic of scale maka suatu corporasi, industri bahkan negara akan menunjukkan kapasitas daya saingnya. Sedangkan segmentasi menggambarkan komitmen dan konsistensi serta konsentrasi pada satu produk yang menjadi Core competence.
Dari tiga kunci daya saing tersebut, maka diperlukan frame breaking change yang merupakan suatu sistem yang matang, artinya antara satu dengan lainnya merupakan satu kesatuan dengan kekuatan kompetensi sumberdaya manusia yang tinggi. Pada dasarnya, tantangan, peluang dan juga kekecewaan dalam pengelolaan organisasi sering bersumber dari masalah-masalah yang berhubungari dengan SDM atau orang-orang atau para pegawai (Simamora,1999). Apa yang dilakukan oleh manusia dalam organisasi termasuk dalam bentuk perusahaan, pada dasarnya tertuju pada pemenuhan kebutuhannya sebagai manusia. Manusia mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi. Kemampuan untuk memenuhi kebutuhan ini merupakan hal yang sangat penting dalam menempatkan dirinya sebagai manusia (Nawawi,2000).
Seseorang bekerja atau beraktifitas dengan harapan bahwa hal tersebut akan membawa pada keadaan yang lebih baik dan memuaskan daripada keadaan sekarang (Wakely dalam As’ad.1998). Dengan demikian, bekerja disamping sebagai media untuk mendapatkan penghasilan guna pemenuhan kebutuhan hidup, juga merupakan sarana atau aktifitas yang bertujuan untuk mendapatkan kepuasan. Pegawai akan merasa puas dalam bekerja apabila aspek-aspek pekerjaan dan aspek-aspek dirinya mendukung, sebaliknya jika aspek-aspek tersebut tidak mendukung, pegawai akan merasa tidak puas (Mangkunegara,2000).
Locke dalam Luthans (1999) mendefinisikan kepuasan kerja sebagai suatu pernyataan emosional yang positif atau menyenangkan yang dihasilkan dari penilaian terhadap suatu pekerjaan atau pengalaman kerja. Handoko (1999) menjelaskan bahwa kepuasan kerja adalah suatu keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dimana karyawan memandang pekerjaan mereka. Oleh sebab itu, sumber daya manusia harus diperhatikan dengan baik, terutama faktor-faktor Imbalan dan Lingkungan Kerja agar tidak terjadi pemborosan dan diharapkan akan bisa maningkatkan produktivitas. Hal tersebut akan membawa pada keadaan yang lebih baik dan memuaskan dari pada kedaan sekarang , kualitas sumber daya manusia perlu ditingkatkan sesuai perkembangan masyarakat dan kita tidak dapat lagi terjebak dalam mitos berkepanjangan yang memandang sumber daya manusia hanya sebagai salah satu faktor produksi semata. Karena dasar pemikirannya adalah secara umum manusia yang membuat, mengatur, dan mengelola keseluruhan faktor pembangunan yang ada. Tanpa manusia faktor-faktor itu hanyalah benda mati yang tidak akan memberi hasil guna.
Perusahaan Daerah Air Minum selanjutnya disebut PDAM, sebagai salah satu perusahaan yang dikelola oleh Pemerintah, dalam rangka mengisi otonomi daerah pada masa-masa kini dan yang akan datang, maka harus diupayakan untuk melakukan berbagai pembenahan, diantaranya adalah pembenahan sektor sumber daya manusia dan juga telah menerbitkan buku Corporate Plan (Rencana Pengembangan Usaha). Hal ini penting karena dapat dijadikan dasar penyusunan program multi tahun dan menghadapi kelayakannya, sehingga Rencana dan Anggaran Tahunan Perusahaan dapat disusun secara terarah dan berkesinambungan dengan mengikuti perubahan dan perkembangan yang terjadi baik internal maupun eksternal. Pegawai mempunyai peranan yang sangat penting oleh sebab itu PDAM menetapkan aturan kerja, pemberian imbalan materiil yang diharapkan mereka merasa puas, sebab kepuasan yang tinggi akan membuat organisasi semakin stabil yang pada akhirnya tujuan dari organisasi akan mudah dicapai (Newstron dalam Dharma,1996).
Kepuasan kerja itu sendiri sangan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah faktor imbalan (Frasa,1997) kaitan dengan hal tersebut, pimpinan PDAM merasa perlu untuk melihat sejauh mana tanggapan para pegawai terhadap imbalan dan kepuasan kerja di PDAM, dengan demikian dapat diambil upaya-upaya lebih lanjut. Pada penelitian terdahulu, penelitian mengenai imbalan dan kepuasan kerja umumnya lebih banyak menyoroti pengaruh kinerja pegawai. Padahal kepuasan kerja juga merupakan faktor penting yang harus diperhatikan oleh setiap suatu organisasi. Oleh sebab itu dalam penelitian ini mengkaji “pengaruh imbalan materiil terhadap Kepuasan Kerja” (studi pada pegawai Perusahaan Daerah Air Minum Kota Surabaya).